Kenampakan Sosial Negara Tetangga

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95°BT-141° BT dan 6° LU-11°LS. Indonesia mempunyai tiga jenis iklim, yaitu iklim musim (muson), iklim tropika (panas), dan iklim laut. Iklim musim disebabkan angin muson timur dan angin muson barat. Iklim tropika disebabkan Indonesia terletak di wilayah khatulistiwa. Adapun iklim laut disebabkan sebagian besar daratan Indonesia dikelilingi laut. Itulah beberapa keadaan alam Indonesia.

Kenampakan sosial negara tetangga Indonesia dipengaruhi kenampakan alam tiap-tiap negara. Hal ini menyebabkan kenampakan sosial masyarakatnya beragam. Keragaman ini bisa dilihat dari suku bangsa, tradisi, maupun budaya tiap-tiap negara. Masyarakatnya terbentuk melalui hubungan sosial antarsuku dengan latar belakang budaya, etnis, dan agama berbeda. Akan tetapi, perbedaan tersebut menjadi dasar terciptanya hubungan yang harmonis di kawasan Asia Tenggara. Berikut ini daftar nama suku masing-masing negara tetangga Indonesia

No.Nama NegaraSuku Bangsa
1.
Myanmar Suku Burma (68%), Shan (9%), Karen (6%), Rakhine (4%), lainnya
termasuk suku Tionghoa dan Indo-Arya (13%).
2.
Laos Lao daratan rendah (56%), Lao Theung (34%), dan Lao Soung
(10%).
3.
Vietnam Suku Vietnam (88%), Tionghoa (4%), Thai (2%), dan lainnya (6%).
4.
KambojaSuku Khmer (94%), Tionghoa (4%), suku Vietnam (1%), dan lainnya
(1%).
5.
Thailand Suku Thai (75%), Tionghoa (14%), Melayu (4%), Khmer (3%), dan
lainnya (4%).
6.
Malaysia Suku Melayu dan orang asli (60%), Tionghoa (30%), Tamil (6,4%),
dan lainnya (2%).
7.
Singapura Tionghoa (76%), Melayu (15%), Indo-Arya (7%), dan lainnya (2%).
8.
Brune D. Suku Melayu (69%), Tionghoa (19%), suku pribumi Brunei (6%),
dan lainnya (7%).
9.
Filipina Filipino (80%), Tionghoa (10%), Indo-Arya (5%), bangsa Eropa
dan Amerika (2%), Arab (1%), dan lainnya (2%).
10.
Indonesia Suku Jawa (45%), Aceh (10%), suku Sunda (8%), suku Madura
(4%), dan lainnya (33%).
11.
Timor Leste Melayu polynesia, Melanesia/Papua, Mesticos (percampuran
penduduk asli Timor Leste dan Portugis), dan Cina.

Penduduk asli di kawasan Asia Tenggara berkulit gelap dan berbadan kecil. Penduduk ini bisa dijumpai di Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi terjadi perpindahan penduduk secara besarbesaran di Asia Tenggara. Mereka adalah orang Melayu atau Indonesia. Mayoritas penduduk Filipina dan Indonesia merupakan keturunan mereka

Agama 
Dalam hal agama, penduduk di tiap-tiap negara juga berbeda. Penduduk Thailand, Kampuchea, Laos, Myanmar, dan Vietnam beragama Buddha. Sebagian besar penduduk Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam beragama Islam. Sebagian besar penduduk Filipina beragama Kristen. Sementara itu, orang Cina di kawasan Asia Tenggara memiliki berbagai bentuk kepercayaan, seperti Buddha, taoisme, Konghucu, Kristen, pemujaan leluhur, pemujaan arwah, serta berbagai kepercayaan lain.


Keragaman Budaya
Keragaman budaya juga mewarnai kawasan Asia Tenggara. Ada sebagian budaya yang merupakan warisan leluhur. Ada pula budaya modern yang berkembang karena pengaruh globalisasi. Akan tetapi, budaya tradisional masih ada yang dilestarikan. Budaya tersebut antara lain seni wayang di Indonesia dan pwe di Myanmar. Kedua budaya tersebut mulai terkikis akibat perubahan zaman yang serbamodern. Muay Thai, sejenis seni bela diri kickboxing ala Kerajaan Thai, adalah olahraga nasional di Kerajaan Thai dan merupakan seni beladiri setempat. Bahay Kubo merupakan rumah tradisional yang terkenal di Filipina, yang dibuat dari daun kelapa, nipah, dan bambu. 

Dalam hal pakaian pun penduduk di Asia Tenggara juga memiliki selera berbeda. Di Vietnam terdapat pakaian tradisional yang terkenal, yaitu Ao Dai. Pakaian tersebut dipakai dalam peristiwa tertentu, seperti perkawinan atau pesta. Penduduk Indonesia juga memiliki pakaian tradisional di tiap-tiap daerah. Misalnya, baju kurung dengan songket dari Minangkabau, Sumatra Barat. Kebaya dan kain batik dari Jawa. Brunei – Baju Melayu (pria), Baju Kurung, Baju Kebaya (wanita), Songket, Sarong. Kamboja – Sampot, Apsara, Sabai. Filipina – Barong Tagalog (pria) and Baro’t saya (wanita). Thailand – Suea Phra Ratchathan (pria) and Thai Chakkri, Thai Boromphiman, Thai Siwalai, Thai Dusit, Thai Chakkraphat, Thai Amarin, Thai Chitlada, Thai Ruean Ton (wanita), Sampot. Myanmar – Longyi

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, August 19, 2012

Mengisi Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat hidup atau sering disingkat DRH merupakan data yang berisi tentang informasi diri seseorang. Data diri atau daftar riwayat hidup diperlukan untuk menerangkan data diri anda kepada orang lain. Biasanya, daftar riwayat hidup dibuat untuk keperluan mendaftarkan diri. Misalnya, mendaftarkan diri ikut lomba kesenian, menjadi anggota sanggar seni, atau keperluan lainnya. Setiap orang memiliki sejarah atau riwayat hidup masing-masing. Riwayat hidup anda pasti berbeda dengan riwayat adik, kakak, bahkan orang tuamu. Riwayat hidup dapat ditulis dalam bentuk singkat maupun dalam bentuk narasi atau cerita.

Apa saja yang harus kita tuliskan untuk mengisi formulir daftar riwayat hidup ? Daftar riwayat hidup ada yang ditulis dalam bentuk singkat dan adapula yang ditulis dalam bentuk narasi atau paparan. Daftar riwayat hidup terdiri dari : Nama Lengkap, Tempat, tanggal lahir, Jenis Kelamin, Agama, Alamat, Tinggi dan berat badan, Nama Ayah/Ibu, Anak ke berapa, pendidikan, Hoby, prestasi, dan cita-cita. Beberapa contoh daftar riwayat hidup mungkin berbeda dengan contoh di bawah ini, tergantung tujuan dari penulisan daftar riwayat hidup tersebut. Berikut ini contoh daftar riwayat hidup dalam bentuk singkat :
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama Lengkap
Tempat, Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Agama
Alamat
Tinggi Badan
Berat Badan
Nama Ayah/Ibu
Anak Ke
Pendidikan
Hoby
Prestasi
Cita-cita
                                                                                       Purwokerto, 12 Januari 2012
                                                                                                       Hormat Saya

                                                                                                        Agus Susanto

Daftar riwayat hidup juga ada yang ditulis dalam bentuk narasi atau paparan. Berikut ini contoh daftar riwayat hidup yang ditulis dalam bentuk narasi/paparan :

Daftar Riwayat Hidup

Saya bernama Susi Susanti. Biasa dipanggil Susi. Saya tinggal di Jalan Sokajaya no 22, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Saya memiliki tinggi badan 140 cm dan berat badan 25 kg. Bapakku bernama Susanto, sedangkan ibuku bernama Susi Andarwati. Saya mempunyai seorang kakak laki-laki dan 2 adik perempuan. Setiap bulan Ramadhan saya menjalankan ibadah puasa. Saya lahir tanggal : 20 September 1989, di Purwokerto. saat SD, SMP, SMA saya tinggal di Purwokerto. SD saya di SDN Kranji 2, Purwokerto. Lulus tahun 2001. SMP saya di SMP Negeri 9, Purwokerto. Lulus tahun 2004. kemudian SMA di SMA Negeri 4 Purwokerto Lulus tahun 2007. Setelah lulus SMA langsung melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto jurusan Diploma 3 Akuntansi Komputer. Saya senang sekali membaca buku cerita. Tahun 2003 saya pernah mengikuti lomba baca puisi tingkat Kabupaten Banyumas, sebagai juara kedua. Saya bercita-cita ingin menjadi programer komputer.

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.

                                                                                           Purwokerto, 17 Januari 2012
                                                                                                       Hormat Saya

                                                                                                        Susi Susanti

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, August 19, 2012

Peredaran Darah Manusia



Transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan keseluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan daritubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah. Darah mengalir di seluruh bagian tubuh. Di dalam tubuh, darah mengalir melalui alat peredaran darah Darah dalam tubuh berfungsi mengangkut zat-zat penting ke seluruh bagian tubuh. Zat-zat penting tersebut di antaranya oksigen dan sari-sari makanan. Dalam pengangkutan tersebut diperlukan alat peredaran darah

Alat Peredaran Darah

1. Jantung
Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri.  Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat dan disebut miokardia. Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh sekat jantung. Sekat ini berfungsi mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dan karbon dioksida.  

Otot penyusun bilik jantung lebih tebal daripada otot pada serambi jantung. Hal ini disebabkan tugas bilik jantung lebih berat. Tugas bilik tersebut yaitu memompa darah keluar dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Jantung berfungsi memompa darah. 

Jantung memompa darah dengan cara menguncup (berkontraksi) dan mengembang (berelaksasi).Kontraksi dan relaksasi pada jantung mengakibatkan terjadinya denyut jantung atau denyut nadi. Ketika jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi, pembuluh tersebut ikut berdenyut. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui denyut jantungmelalui denyut nadi. Denyut nadi dapat terasa dengan jelas ketika kamu menekan pembuluh nadi pada pergelangan tangan.  Denyut tersebut juga terasa apabila bagian leher di bawah telinga ditekan. Kecepatan denyut jantung tergantung kegiatan yang dilakukan. Ketika sedang beristirahat, jantung berdenyut kira-kira 60 sampai 80 kali setiap menit. Semakin aktif tubuh kita, denyut jantung juga semakin cepat. 

2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh maupun sebaliknya. Ada dua macam pembuluh darah. Pembuluh tersebut yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).

Pembuluh nadi atau arteri yaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen keluar dari jantung, kecuali arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah kaya karbon dioksida dari jantung menuju paru-paru. Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta.

Pembuluh balik yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju jantung, kecuali vena pulmonalis. Vena pulmonalis membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung. Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabangcabang. Ujung cabang pembuluh yang terkecil disebut pembuluh kapiler. Panjang seluruh pembuluh darah manusia jika dihubungkan dari ujung ke ujung mencapai 160.000 km.

Peredaran darah kecil adalah peredaran darah yang hanya keluar dari jantung untuk melalui paru – paru saja kemudian akan kembali lagi ke jantung. Peredaran darah kecil ini bertujuan untuk menukar darah yang miskin oksigen menjadi darah yang kaya oksigen yang terjadi di dalam paru – paru. Jalurnya :
  • Jantung (bilik kanan/ventrikel kanan) —> Arteri pulmonalis —>Paru – paru —> Vena pulmonalis —> Jantung (serambi kiri/atrium kiri)
Peredaran darah besar adalah peredaran darah yang akan membawa darah bersih kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh dan kemudian kembali lagi ke jantung untuk membawa darah kotor miskin oksigen. Jalurnya :
  • Jantung (Bilik kiri/ventrikel kiri) —> Aorta —> Arteri —>Jaringan tubuh —>Vena —>Jantung (Serambi kanan/atrium kanan).
Gangguan Alat Darah
  • Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan menjadi ambeien (wasir) dan varises. Ambeien terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.
  • Anemia (kekurangan darah), dapat disebabkan oleh luka yang mengeluarkan banyak darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit seperti kanker tulang.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi), ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat diukur menggunakan tensimeter.
  • Penyakit jantung koroner, terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.
  • Stroke, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja saraf terganggu.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, August 16, 2012

Indera Pengecap dan Peraba



Makanan yang kita makan sehari-hari memiliki rasa yang berbeda-beda. Untuk dapat merasakan rasa dari makanan tersebut kita menggunakan lidah yang ada di dalam rongga mulut kita. Lidah dapat merasakan berbagai macam rasa makanan dan minuman. Kita dapat merasakan kelezatan suatu makanan menggunakan lidah. Indera pengecap pada manusia adalah lidah. Pada permukaan lidah terdapat tonjolan kecil yang disebut papila, sehingga permukaan lidah terlihat kasar.


Berdasarkan bentuknya papila dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
  • Papila filiformis, adalah Papila yang berbentuk seperti benang halus,papila ini banyak terdapat pada bagian depan lidah.
  • Papila fungiformis, adalah Papila yang berbentuk tonjolan seperti kepala jamur, papila ini terdapat pada bagian depan lidah dan bagian sisi lidah.
  • Papila sirkumvalata, adalah Papila yang bentuknya seperti huruf v terbalik dan terdapat pada pangkal lidah.
Di dalam setiap papila terdapat banyak tunas pengecap atau kuncup pengecap. Setiap tunas pengecap terdiri dari dua jenis sel yaitu sel penyokong yang berfungsi untuk menopang dan sel pengecap yang berfungsi sebagai reseptor dan memiliki tonjolan seperti rambut yang keluar dari tunas pengecap.

Setiap tunas pengecap akan merespon secara maksimal terhadap salah satu rasa. Tunas pengecap dapat membedakan empat macam rasa, yaitu rasa manis, rasa pahit, rasa asam, dan rasa asin. Tunas pengecap rasa manis lebih banyak terdapat di ujung lidah, tunas pengecap rasa pahit terletak di pangkal lidah, tunas pengecap rasa asam terletak di tepi belakang kiri dan kanan lidah, serta tunas pengecap rasa asin terletak di tepi depan kiri dan kanan lidah. Sejumlah tunas pengecap juga terdapat pada tenggorok dan langit-langit rongga mulut.

Lidah dapat mengecap rasa melalui beberapa proses. Makanan atau minuman yang sudah menjadi larutan, di dalam mulut akan merangsang ujung-ujung saraf pengecap. Oleh saraf pengecap, rangsangan rasa ini diteruskan ke pusat saraf pengecap di otak. Selanjutnya, otak menanggapi rangsang tersebut. Oleh karena itu, kita dapat merasakan rasa suatu jenis makanan atau minuman

Indera Peraba
Kulit terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis. Lapisan Epidermis (kulit ari) adalah lapisan luar yang terus berganti, tipis dan tidak mempunyai pembuluh darah ataupun sel saraf. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit-bibit penyakit ke dalam tubuh. Selain itu, untuk mencegah menguapnya air dari tubuh. 


Lapisan dermis (lapisan malphigi) berada di sebelah dalam kulit ari. Lapisan ini tersusun atas sel-sel yang aktif membelah diri. Di sebelah dalam lapisan luar terdapat kulit jangat. Pada lapisan ini terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, otot penggerak rambut, dan akar rambut. Selain itu, juga terdapat pembuluh darah dan ujung saraf peraba. Kelenjar keringat yang terdapat di lapisan Malpighi berfungsi untuk mengeluarkan keringat. Keringat merupakan cairan sisa metabolisme saat tubuh melakukan aktivitas. Keringat berguna untuk mempertahankan suhu tubuh terhadap lingkungan. Lapisan dalam dari kulit berupa lapisan berlemak. Lapisan ini mengandung banyak jaringan lemak. Lapisan ini berguna untuk menghangatkan tubuh.

Pada umumnya setiap jenis reseptor hanya mampu menerima satu jenis rangsangan saja. Tipe rasa dan jenis reseptor itu adalah :
  • Nyeri, Reseptor rasa nyeri berupa ujung saraf bebas yang terdapat di seluruh jaringan baik di bagian luar maupun dalam bagian alat dalam. 
  • Panas dan dingin, Reseptor untuk rasa panas berupa ujung saraf. 
  • Sentuhan, Reseptornya berupa korpus Meissner, dan ujung saraf yang melingkari akar rambut, yang semuanya terdapat di dekat permukaan kulit. Sedangkan korpus Ruffini berfungsi pada sentuhan yang kuat. 
  • Tekanan, Reseptor tekanan adalah korpus Paccinikorpus Ruffini dan korpus Krause, yang terletak agak dalam pada kulit.
Pada bibir, ujung jari, ujung lidah, dan alat kelamin mengandung banyak sekali serabut saraf sensorik. Sehingga ujung jari dapat digunakan untuk membedakan halus dan kasarnya suatu bahan atau dapat digunakan untuk membaca huruf braile bagi penderita tuna netra.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Wednesday, August 15, 2012

Indera Pendengar dan Pembau



Pada umumnya, sistem indera yang dikenal adalah indera penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan peraba. Manusia mempunyai lima alat indra sehingga sering disebut sebagai pancaindra. Mata sebagai indra penglihat, telinga sebagai indra pendengar, hidung sebagai indra pembau, lidah sebagai indra pengecap, dan kulit sebagai indra peraba. Telinga merupakan alat indera untuk mendengar bunyi atau suara. Bunyi adalah sesuatu yang terdengar (didengar) atau ditangkap oleh telinga. Sedangkan suara bunyi adalah yang dikeluarkan dari mulut manusia, hewan, dan alat atau perkakas. Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Indra pendengar kita adalah telinga. Telinga kita sepasang yaitu telinga kanan dan telinga kiri. Telinga terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. 

Telinga luar
Telinga luar terdiri atas daun telinga, lubang telinga, liang pendengaran, dan gendang telinga(membran timpani). Bagian-bagian telinga luar ini berfungsi untuk menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi. Setelah itu, meneruskannya ke gendang telinga sehingga gendang telinga bergetar.  

Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Di dalam rongga tersebut terdapat tiga tulang pendengaran yaitu tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Kegunaan ketiga tulang tersebut untuk memperkuat getaran dan meneruskan getaran bunyi ke koklea (telinga dalam). Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan.

Telinga dalam
Bagian dalam telinga terdiri atas tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran, dan koklea (rumah siput) . Bagian-bagian telinga dalam berfungsi untuk menangkap getaran, kemudian mengubahnya menjadi impuls yang diteruskan ke otak melalui saraf pendengaran.

Cara kerja indra pendengaran
Gelombang bunyi » Daun telinga » Lubang telinga » Gendang telinga » Tulang pendengaran » Tingkap jorong   » Koklea » Saraf pendengaran » Otak » Dapat mendengar bunyi atau suara

Gelombang bunyi ditangkap oleh daun telinga dan masuk telinga melalui lubang telinga. Selanjutnya, gelombang bunyi merambat menuju gendang telinga. Gendang telinga yang terkena gelombang bunyi akan bergetar. Getaran ini akan diperkuat dan diteruskan ke tingkap jorong oleh tulang-tulang pendengaran. Getaran tersebut akan menggerakkan cairan limfa di dalam koklea. Getaran ini juga mengakibatkan tingkap bundar bergetar keluar masuk untuk meredam pantulan. Gerakan cairan limfa dalam koklea akan menggetarkan ujung-ujung saraf pendengaran. Saraf pendengaran akan mengirimkan informasi ke otak. Dari hasil pengolahan di otak ini akhirnya kita dapat mendengar bunyi atau suara

Gangguan Indera Pendengaran
Telinga sebagai indra pendengar juga dapat mengalami gangguan dan penyakit, misalnya tuli. Orang yang tuli sejak lahir akan menjadi bisu. Selain itu, kebiasaan buruk yang sering dilakukan terhadap telinga kita juga dapat mengakibatkan gangguan. Kebiasaan itu misalnya, membersihkan telinga menggunakan benda-benda keras seperti peniti atau klip kertas. Tindakan ini dapat menyebabkan luka pada telinga atau pecahnya gendang telinga.

Cara Menjaga Indera Pendengaran
Agar telinga tetap dalam keadaan sehat melalui cara-cara berikut.
  • Bersihkanlah bagian luar telingamu secara teratur menggunakan bendabenda yang lunak, misalnya kapas pembersih! Jangan sekali-kali membersihkan bagian dalam telinga;
  • Segera periksakan ke dokter bila merasa ada yang sakit dalam telinga;
  • Hindari suara yang sangat nyaring karena dapat memekakkan telinga.
Indera Pembau
Hidung terdiri atas dua lubang hidung dan rongga hidung. Rongga hidung dibentuk oleh tulang hidung dan tengkorak. Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir dan rambut halus yang disebut rambut hidung. Rambut hidung dan selaput lendir berguna untuk menahan kotoran yang masuk bersama-sama dengan udara pernapasan.  

Di rongga hidung bagian atas terdapat sel-sel reseptor atau ujung-ujung saraf pembau. Ujung-ujung saraf pembau berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan. Ujung-ujung saraf pembau bergabung dengan pembuluh pencium yang berada di belakang rongga hidung. Pembuluh pencium berfungsi meneruskan rangsang bau yang diterima ujung-ujung saraf pembau. Setelah itu, rangsang diteruskan ke pusat pencium melalui saraf bau. Pusat pencium berada di otak.  

Di dalam rongga hidung, uap akan larut dalam lendir. Selanjutnya, rangsang bau uap ini diterima oleh ujung-ujung saraf pembau. Rangsangan ini kemudian diteruskan ke pusat pencium di otak melalui saraf pembau. Oleh otak, rangsang tersebut ditanggapi sehingga kita dapat mencium bau uap tersebut.

Salah satu kelainan pada indera pembau adalah Anosmia. Akibat kelainan Anosmia ini indera pembau kita dapat kehilangan sensitivitas terhadap rasa bau, sehingga kita tidak bisa mencium bau dari sesuatu benda atau zat tertentu. 


Anosmia dapat disebabkan oleh :


  • Penyumbatan rongga hidung akibat pilek.
  • Terdapat polip atau tumor di rongga hidung.
  • Sel rambut rusak akibat infeksi kronis.
  • Gangguan pada saraf olfaktori.


Mimisan (pendarahan pada hidung) dapat terjadi karena kebiasaan membersihkan hidung menggunakan benda yang tidak semestinya. Misalnya, membersihkannya dengan kuku jari tangan atau benda keras lainnya. Akibatnya, kulit pada rongga hidung menjadi terluka dan mengeluarkan darah.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Wednesday, August 15, 2012

Alat Indera Manusia (mata)



Kita  membutuhkan informasi berupa rangsangan dari lingkungan luar sekitar untuk dapat menjalani hidupnya dengan baik. Agar rangsangan yang berasal dari luar tubuh dapat ditangkap dibutuhkan alat-alat tubuh tertentu yang bernama indera. Di dalam sistem indera, terdapat reseptor indera, jalur saraf, dan bagian dari otak ikut serta dalam tanggapan indera. Umumnya, sistem indera yang dikenal adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan peraba. Manusia mempunyai lima alat indra sehingga sering disebut sebagai pancaindra. Mata sebagai indra penglihat, telinga sebagai indra pendengar, hidung sebagai indra pembau, lidah sebagai indra pengecap, dan kulit sebagai indra peraba. Berikut ini kelima indera manusia tersebut :

Indera Penglihat
Mata terdiri atas alat-alat pada bagian luar mata dan alat-alat pada bagian dalam mata.
a. Alat-Alat pada Bagian Luar Mata
Alat-alat pada bagian luar mata terdiri atas alis, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata. Keempat alat tersebut berfungsi melindungi mata dari pengaruh luar. Kelenjar air mata menghasilkan cairan yang disebut air mata. Air mata berguna menjaga bola mata agar tetap basah dan untuk membersihkan mata dari benda asing seperti debu.

b. Alat-Alat pada Bagian Dalam Mata
Mata bagian dalam terdiri atas kornea, lensa mata, pupil, iris, retina, otot mata, dan saraf mata.  
  • 1) Kornea, Kornea adalah bagian bola mata yang bening. Oleh karena itu, kornea dapat ditembus cahaya. Kornea berfungsi menerima rangsang berupa cahaya dan meneruskan ke bagian mata yang lebih dalam.
  • 2) Lensa Mata, Lensa mata adalah sebuah benda bening yang berbentuk cembung. Lensa mata berfungsi meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh tepat di retina. Lensa mata mempunyai kemampuan menjadi cembung atau pipih yang disebut daya akomodasi
  • 3) Iris, Iris berfungsi mengatur banyak sedikit cahaya yang masuk ke mata. Iris ada yang berwarna cokelat, hitam, atau abu-abu. Oleh karena itu, iris menentukan warna mata seseorang.
  • 4) Pupil, Pupil adalah lubang bulat yang terdapat di tengah-tengah iris. Pupil berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata.
  • 5) Retina, Selaput jala (retina) merupakan lapisan terdalam dari dinding bola mata. Retina berfungsi membentuk bayangan yang selanjutnya disalurkan oleh saraf ke otak. Retina mengandung sel-sel saraf penglihat. Bagian retina yang sangat peka terhadap cahaya disebut bintik kuning. Sementara itu, bagian yang tidak peka terhadap cahaya disebut bintik buta.
  • 6) Otot-Otot Mata, Otot-otot mata terdiri atas tiga pasang. Otot tersebut yaitu otot penggerak ke atas dan ke bawah, otot penggerak ke kiri dan ke kanan, serta otot pemutar bola mata. Otot-otot mata ini berguna untuk menambatkan bola mata pada dinding dalam rongga mata. Selain itu, otot-otot mata juga berguna untuk mengatur gerakan bola mata.
  • 7) Saraf Mata Saraf mata merupakan saraf penglihat atau saraf optik. Saraf ini berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang diterima sel-sel reseptor (penerima rangsang) di retina ke pusat penglihatan di otak.
Proses mata dapat melihat benda digambarkan dengan skema berikut.
Cahaya » Kornea » Pupil » Lensa mata » Retina » Saraf optik » Otak » Dapat melihat benda

Mata dapat melihat benda jika benda tersebut terkena cahaya. Cahaya itu akan dipantulkan. Cahaya pantul ini akan masuk mata melalui kornea. Selanjutnya, cahaya melewati pupil, kemudian masuk lensa mata. Oleh lensa mata, cahaya dibiaskan dan difokuskan pada retina. Di retina akan terbentuk bayangan benda yang ukurannya lebih kecil dan posisinya terbalik. Oleh saraf optik, kesan adanya bayangan benda ini disampaikan ke otak. Selanjutnya, otak
akan memberikan kesan bahwa kita melihat benda tersebut dalam posisi tegak.

Gangguan Pada Mata
Gangguan pada mata antara lain seperti berikut.
  • Miopi (Rabun Jauh), Penderita miopi (mata minus) tidak dapat melihat benda-benda yang jaraknya jauh. Penderita miopi dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa cekung.
  • Hipermetropi (Rabun dekat), Penderita hipermetropi (mata plus) tidak dapat melihat benda-benda yang jaraknya dekat. Penderita hipermetropi dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa cembung.
  • Presbiopi Gangguan presbiopi biasanya terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut. Penderita presbiopi tidak dapat melihat benda dalam jarak dekat maupun jauh. Penderita presbiopi dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa ganda.
  • Buta Warna Buta warna yaitu penglihatan yang tidak dapat membedakan warna-warna tertentu, misal warna merah dengan hijau kelihatan sama-sama kelabu.
  • Juling Juling, yaitu kelainan mata karena kerja otot mata kiri dan otot mata kanan tidak serasi. Kelainan ini merupakan bawaan sejak lahir.
  • Katarak Katarak yaitu pengapuran pada permukaan lensa mata sehingga lensa mata menjadi keruh. Akibatnya, pada penderita katarak cahaya tidak dapat masuk mata.
  • Astigmatisma merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehingga fokusnya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama. Untuk menolong orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaitu yang mempunyai beberapa fokus.
Gangguan dan penyakit mata dapat menyerang siapa saja. Kita harus merawat mata kita dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik seperti berikut.
  • Makan makanan yang mengandung cukup vitamin A.
  • Tidak membaca dengan penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang.
  • Pada waktu membaca diusahakan jarak tulisan dengan mata sekitar 30 cm.
  • Tidak membaca buku dan menonton televisi (tv) sambil berbaring. Usahakan membaca atau menonton tv sambil duduk.
  • Mencegah mata dari kotoran atau debu, misalnya memakai kacamata jika berada di tempat berdebu.
  • Pada saat menonton televisi, jarak mata terhadap televisi minimal lima kali panjang diagonal layar tv. Jika kita menonton televisi berukuran 14 inci (sama dengan 35 cm), sebaiknya jarak mata dari layar tv minimal 35 cm × 5 atau 175 cm.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Wednesday, August 15, 2012

Merawat Rangka



Tuhan sebagai Maha Pencipta. Manusia mempunyai rangka yang terdiri dari berbagai jenis tulang dengan bentuk bermacam-macam. Tulang tersebut ada yang berbentuk pipih, pendek, dan panjang. Masing-masing manusia memiliki ukuran tubuh yang berbeda. Perbedaan ukuran rangka tubuh manusia menentukan bentuk tubuhnya. Manusia ada yang berbadan tinggi atau pendek. Rangka tubuh kita harus dijaga kesehatanya. Rangka atau tulang dapat mengalami kelainan. Kelainan ini dapat mengakibatkan perubahan bentuk tulang. Biasanya, kelainan ini terjadi pada tulang belakang dan tulang kaki. Kelainan pada tulang belakang disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang salah. Beberapa kelainan pada tulang belakang sebagai berikut.
  • Kifosis, yaitu tulang belakang terlalu bengkok ke belakang. Penyebabnya adalah kebiasaan duduk membungkuk atau sering membawa beban yang terlalu berat di punggung;
  • Lordosis, yaitu tulang belakang terlalu bengkok ke depan. Penyebabnya mungkin karena terjatuh saat masih kecil atau duduk terlalu condong ke depan;
  • Skoliosis, yaitu tulang belakang terlalu bengkok ke kiri atau kanan. Penyebabnya adalah sering membawa beban yang terlalu berat pada salah satu sisi anggota gerak atau pada bahu;
Sementara itu, tulang kaki juga dapat mengalami kelainan. Beberapa kelainan pada tulang kaki seperti berikut.
  • Tulang kaki melengkung ke luar seperti huruf O.
  • Tulang kaki melengkung ke dalam seperti huruf X.
Kelainan tulang kaki seperti di samping disebut rakhitis. Kelainan ini disebabkan kekurangan vitamin D. Vitamin ini sangat diperlukan dalam pembentukan tulang, terutama pada masa kanak-kanak.  Selain itu, tulang juga dapat diserang oleh beberapa penyakit sebagai berikut :
  • Rematik, Penyakit ini menimbulkan rasa nyeri pada persendian dan disertai dengan pembengkakan sendi. Biasanya rematik terjadi di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan siku. Pencegahan penyakit rematik dapat dilakukan dengan cara berikut : Makan makanan yang bervariasi dengan perbanyak buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak, juga susu tanpa lemak. Pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin C, vitamin D dan kalsium.
  • Osteoporosis, Osteoporosis merupakan penyakit pengeroposan tulang. Penyakit ini timbul akibat tubuh kekurangan zat kapur (kalsium). Penyakit ini biasa menyerang orang lanjut usia, terutama perempuan. Mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang untuk memenuhi nutrisi yang diserap tubuh, untuk menghindari  osteoporosis
  • TBC Tulang, Penyakit ini disebabkan oleh kuman tuberkulosis (TBC). Kuman ini dapat menyerang tulang sehingga tulang menjadi lemah dan bernanah. Akibat penyakit ini penderita merasakan sakit yang luar biasa pada tulangnya.  
  • Polio, Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama-kelamaan tulangnya akan mengecil. Penyakit polio dapat dicegah dengan pemberian vaksin polio. Pemberian vaksin biasanya dilakukan melalui mulut pada saat anak berusia di bawah lima tahun. 
Agar terhindar dari gangguan dan penyakit tersebut, kita harus merawat rangka. Kelainan tulang biasanya terjadi akibat kebiasaan sikap tubuh yang salah, kekurangan zat pembentuk tulang, dan kurang berolahraga. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk merawat rangka kita sebagai berikut.

a. Membiasakan Sikap Tubuh yang Benar Sikap tubuh yang benar seperti berikut.
  • 1) Saat duduk, punggung harus tegap.
  • 2) Saat berdiri, tubuh harus dalam posisi tegak
  • 3) Saat tidur, tubuh sebaiknya dalam posisi lurus dan telentang. Jangan tidur tengkurap, karena akan mengganggu rangka dan juga pernapasanmu..
b. Makan Makanan Bergizi
Makanan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang yaitu makanan yang mengandung kalsium, vitamin D, dan fosfor. Makanan yang mengandung vitamin D antara lain susu, ikan, dan kuning telur. Fosfor terdapat pada jagung, kacang-kacangan, dan ikan. Kalsium terdapat pada susu, buah-buahan, ikan, dan kacang-kacangan.

c. Berolahraga secara Teratur
Berolahraga secara teratur dapat memperkuat tulang. Berolahraga paling baik dilakukan pada waktu pagi hari. Sinar matahari pagi sangat baik bagi kesehatan tulang. Sinar matahari pagi membantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Tuesday, August 14, 2012

Rangka Manusia



Rangka manusia susunan oleh tulang-tulang yang saling bersambungan dan membentuk tubuh manusia. Rangka terdapat di dalam tubuh manusia dan terbungkus otot (daging). Tulang-tulang pembentuk rangka dibedakan menjadi 3 macam yaitu : Tulang pipa: misalnya pada tulang paha, tulang betis dan tulang kering. Tulang pipih: misalnya pada tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak. Tulang pendek: misalnya pada tulang pangkal tangan, tulang pangkal kaki, dan ruas tulang belakang. Sebagai penyusun rangka, tulang merupakan jaringan hidup yang terdiri atas sel-sel tulang, pembuluh-pembuluh darah, dan saraf. Disebut jaringan hidup karena tulang dapat tumbuh dan berkembang. Sel-sel tulang mengandung banyak kalsium (zat kapur), fosfat, dan kolagen (zat perekat). Oleh karena itu, tulang sangat kuat dan keras. Pada manusia, rangka memiliki bagian-bagian tertentu. Sejumlah 206 tulang membentuk sistem kerangka manusia dewasa

Bagian-Bagian Rangka Manusia
Setiap bagian rangka mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Rangka kepala terdiri atas tulang-tulang tengkorak. Tulang-tulang ini tersusun oleh tulang-tulang pipih yang saling bersambungan sangat erat. Rangka badan memanjang dari tulang leher hingga tulang ekor. Rangka anggota gerak meliputi tulang-tulang tangan dan kaki.

a. Rangka Kepala (tengkorak)
Rangka kepala bagian depan terdiri atas tulang dahi, tulang hidung, tulang pipi, tulang rahang atas, dan tulang rahang bawah. Tulang-tulang yang menyusun rangka kepala bagian depan ini membentuk dasar wajah. Rangka kepala bagian belakang berbentuk seperti tempurung kelapa. Oleh karena itu, rangka kepala bagian belakang sering disebut batok kepala. Rangka kepala bagian belakang terdiri atas tulang ubun-ubun dan tulang pelipis.

b. Rangka Badan
Rangka badan tersusun mulai dari tulang leher hingga tulang ekor. Di dalam rangka badan terdapat ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada. Pada ruas-ruas tulang belakang, terdapat 33 buah tulang yaitu : 7 ruas tulang leher , 12 ruas tulang punggung , 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor.

Tulang punggung bagian atas melekat pada tulang rusuk. Tulang rusuk terdiri dari :7 pasang tulang rusuk sejati ,3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang  Tulang-tulang rusuk tersebut bersatu dengan tulang dada di bagian depan. Persatuan antara ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada membentuk rongga dada. Tulang dada terdiri atas : tulang hulu , tulang badan, dan taju pedang  Di atas rongga dada terdapat rangka bahu. Bahu dibentuk oleh tulang selangka dan tulang belikat.

c. Rangka Anggota Gerak
Rangka anggota gerak ini terdiri atas anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Rangka anggota gerak atas menyusun sepasang tangan, sedangkan rangka anggota gerak bawah menyusun sepasang kaki. Rangka tangan terdiri atas tulang lengan atas, tulang hasta, tulang
pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang-tulang jari tangan. Sementara itu, rangka kaki terdiri atas tulang paha, tulang empurung lutut, tulang betis, tulang kering, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, dan tulang-tulang jari kaki.

Kegunaan Rangka
Kegunaan rangka manusia adalah sebagai berikut :
  • Memberi Bentuk Tubuh, Rangka berfungsi untuk memberi bentuk tubuh. Rangka memberi bentuk yang khas pada tubuh manusia.  
  • Menopang dan Menegakkan Badan, Manusia memiliki tulang duduk dan tulang kaki yang kuat. Tulang-tulang tersebut menopang berbagai kegiatan yang dilakukan manusia. Ketika duduk, tubuh ditopang oleh tulang duduk. Saat berdiri tubuh ditopang oleh tulang-tulang kaki.  
  • Melindungi Alat Tubuh, Rangka juga berfungsi untuk melindungi organ-organ dalam yang bersifat lunak seperti berikut : 1) Rangka kepala (tengkorak) melindungi otak. 2) Tulang dada dan tulang rusuk yang membentuk rongga dada melindungi jantung, paru-paru, dan sebagian alat pencernaan. 3) Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
  • Tempat pembentukan sel-sel darah, sel darah merah dibentuk dalam sumsum merah tulang pipih, misalnya di tulang dada, tulang selangka, dan di dalam ruas-ruas tulang belakang
  • Tempat Melekatnya Otot (Daging) Otot melekat pada rangka. Tanpa rangka, otot tidak mempunyai tempat melekat.  
Rangka akan bekerja sama dengan otot untuk melakukan gerakan. Namun, tulang dan otot tidak dapat menghasilkan gerakan yang baik tanpa bantuan sendi. Sendi merupakan hubungan antara dua tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan. Di dalam tubuh kita terdapat berbagai jenis sendi seperti berikut.
  • Sendi Engsel, Sendi engsel hanya dapat digerakkan satu arah. Pada tubuh kita sendi engsel terdapat pada lengan maupun kaki. Sendi engsel lengan terdapat pada siku yang menghubungkan tulang lengan atas dengan tulang hasta dan tulang pengumpil. Sementara itu, sendi engsel kaki terdapat pada lutut yang menghubungkan tulang paha dengan tulang betis dan kering.
  • Sendi Pelana, Sendi pelana terdapat di antara tulang pangkal ibu jari tangan dan tulang pertama pergelangan tangan. Sendi pelana dapat digerakkan menuju dua arah, ke samping dan ke depan.  
  • Sendi Peluru, Sendi peluru merupakan sendi yang terbentuk antara tulang yang ujungnya berbentuk bola dengan tulang yang berbentuk mangkuk. Oleh karena itu, sendi peluru mampu digerakkan ke semua arah (berputar). Sendi peluru terdapat di antara tulang lengan atas dan gelang bahu, serta pada hubungan antara tulang paha dan tulang panggul.  
  • Sendi Putar, Sendi ini terdapat pada pertemuan antara tulang yang dapat berputar mengelilingi tulang lain yang bertindak sebagai poros. Misalnya sendi pada pertemuan antara tulang leher pertama dan tulang leher kedua. Adanya sendi ini, kepala dapat bergerak berputar.  
  • Sendi Geser, Sendi geser hanya dapat melakukan sedikit gerakan. Misalnya sendi pada tulang pergelangan tangan. Pada pergelangan tangan terdapat lebih kurang 20 sendi geser.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Tuesday, August 14, 2012