Perubahan Energi Bunyi Melalui Alat Musik


Bagikan :




Perubahan Energi Bunyi Melalui Alat Musik. Udara yang bergetar dapat menghasilkan bunyi. Apabila kita berbicara, berteriak, atau bernyanyi, timbul getaran pada pita suara di udara. Getaran ini menyebar di udara sebagai gelombang. Gelombang tersebut diterima oleh telinga sebagai bunyi. Bunyi merupakan salah satu bentuk energi. Suara manusia, hewan, maupun bunyi yang berasal dari benda sekitar menggetarkan udara. Getaran yang dihasilkan tergantung pada sumber bunyi. Misalnya ketika kita berteriak, getaran udara yang dihasilkan berbeda dengan getaran udara ketika kita berbisik. Oleh karena itu, telinga kita menerima getaran tersebut sebagai bunyi yang berbeda pula.

1. Perbedaan Bunyi yang Dihasilkan
Kita sering mendengar bunyi yang berbeda-beda. Ada bunyi yang terdengar keras. Ada pula bunyi yang terdengar lemah. Selain itu, bunyi juga dapat dibedakan berdasarkan tinggi rendahnya. Bunyi tinggi yaitu bunyi yang dihasilkan oleh getaran udara yang menghasilkan gelombang rapat. Sebaliknya, bunyi rendah yaitu bunyi yang dihasilkan oleh getaran udara yang menghasilkan gelombang renggang. Bunyi keras terjadi jika getaran udara menghasilkan gelombang tinggi. Sementara itu, bunyi lemah terjadi jika getaran udara menghasilkan gelombang yang rendah.

Rekorder termasuk alat musik tiup. Rekorder dapat menghasilkan bunyi jika ditiup. Bunyi rekorder terjadi jika udara di dalam tabung rekorder bergetar. Lubang-lubang pada rekorder memungkinkan terjadinya perubahan nada. Semakin banyak lubang yang ditutup, jarak yang ditempuh oleh getaran udara juga semakin jauh. Akibatnya, bunyi yang keluar rendah (nada rendah). Semakin sedikit lubang rekorder yang ditutup, jarak yang ditempuh oleh getaran udara juga semakin pendek. Akibatnya, bunyi yang keluar semakin tinggi (nada tinggi). Saxopone juga menghasilkan bunyi yang berbeda-beda.

2. Beda Nada dan Desah
Nyanyian dan alunan musik merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan nada tertentu. Nada adalah bunyi yang beraturan. Bunyi tersebut memiliki keteraturan tertentu. Bunyi yang tidak teratur disebut desah. Bunyi yang keluar dari rekorder terdengar memiliki keteraturan dari rendah ke tinggi. Bunyi yang memiliki keteraturan biasanya dihasilkan oleh alat musik. Bunyi yang keluar dari botol plastik berisi pasir berbeda dengan bunyi yang keluar dari rekorder.  

3. Warna Bunyi
Ketika kita mendengarkan lagu-lagu melalui radio atau tape. Tanpa melihat penyanyinya kamu dapat menebak siapa penyanyi tersebut. Kita tentu pernah dipanggil oleh orang yang berbeda. Kita dapat membedakan orang yang memanggil kita karena tiap-tiap orang memiliki warna suara (bunyi) yang berbeda-beda.   

Alat-alat musik yang berbeda dapat menghasilkan bunyi yang berbeda, meskipun nada yang dimainkan sama. Hal ini disebabkan adanya warna bunyi. Dengan demikian, warna bunyi menentukan bunyi yang dihasilkan oleh setiap sumber bunyi. Jika warna bunyinya berbeda akan dihasilkan bunyi berbeda pula meskipun nadanya sama.
Perbedaan warna bunyi disebabkan beberapa hal berikut.
a. Perbedaan sumber bunyi, misalnya suaramu dengan suara bapak atau ibu guru.
b. Perbedaan bahan, misalnya berbahan kayu atau logam.
c. Perbedaan bentuk, misalnya berbentuk bulat atau panjang.
d. Perbedaan ketebalan bahan, misalnya kawat senar tebal dan kawat senar tipis.

bunyi juga dapat memantul. Bunyi dapat memantul karena bunyi tersebut menumbuk suatu benda keras. Tumbukan bunyi dengan benda keras menyebabkan pemantulan bunyi. Pemantulan bunyi ada dua yaitu bunyi pantul yang menguatkan bunyi dan gema.

Apabila bunyi dan benda pemantul (misalnya tembok) jaraknya sangat dekat, bunyi tersebut akan dikuatkan. Artinya, bunyi asal akan terdengar lebih keras. Berbeda halnya jika jarak sumber bunyi dan benda pemantul jauh. Bunyi yang memantul terdengar terpisah dengan bunyi asli. Bunyi pantul ini disebut gemaPemantulan bunyi terdengar jelas jika tidak terdapat bunyi lain. Sementara itu, bunyi yang mengenai benda-benda lunak akan mengalami penyerapan. Bunyi tersebut masuk dalam pori-pori benda lunak misalnya gabus.

5. Resonansi Bunyi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Bergetarnya gendang telinga karena getaran bunyi yang masuk telinga merupakan salah satu contoh peristiwa resonansi. 

Beberapa alat musik yang kita temui sehari-hari juga menggunakan resonansi, diantaranya adalah :
  • Gitar, Pemain dapat mengubah nada pada gitar dengan menekan dawai menggunakan jemari salah satu tangan. Panjang dawai yang bergetar menjadi lebih pendek sehingga frekuensinya meningkat. Tangan yang lain menggetarkan dawai didekat lubang udara . resonansi udara di dalam badan gitar memperkuat atau memperkeras bunyi asli dawai. 
  • Biola, biola adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara digesek. Menggesek dawai biola bertujuan untuk menggetarkan dawai. Badan biola beresonansi ketika dawai dawainya digesek. 
  • Piano, piano juga merupakan alat musik berdawai . piano memiliki satu dawai untuk setiap tuts. Dengan menekan tuts sejenis palu kecil akan menghantam dawai dan membuatnya bergetar. 
  • Alat musik tiup, alat musik tiup seperti suling dan terompet dimainkan dengan cara meniup bagian khusus sehingga mengeluarkan udara didalam rongga tabung. 
  • Gendang, gendang dibunyikan dengan cara memukul kulit yang dibentangkan pada bagian atas badan gendang. Sehingga udara didalam badan gendang beresonansi sehingga memperkuat bunyi asli getaran kulit itu.

    Ditulis oleh: Tugino
    Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, November 11, 2012

    0 comments:

    Terima kasih atas kunjungan anda. Media Belajar

    Post a Comment