Membaca Teks Percakapan


Bagikan :




Percakapan hampir sama dengan wawancara. Baik dalam wawancara maupun percakapan, ada pihak yang bertanya dan pihak yang menjawab. Perbedaannya, dalam percakapan, penanya dan penjawab dapat berbicara bergantian, sedangkan dalam wawancara tidak demikian. Membaca teks percakapan merupakan salah satu kegiatan membaca nyaring. Selama membaca teks percakapan, kamu harus memerhatikan tanda baca dan jenis kalimat yang dibacanya. Misalnya, bertanya, menyuruh, menjawab, meminta, atau yang lain. Setiap jenis kalimat yang dibaca memiliki intonasi yang berbeda.

Ketika membaca teks percakapan, lafal harus jelas, intonasi harus tepat, jeda, dan gerakan tubuh sesuai dengan isi percakapan. 
  • Lafal : merupakan cara seseorang atau sekelompok orang untuk mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. Dalam bahasa tulis , lafal tidak terlihat dengan jelas. dan lebih jelas apabila diucapkan dengan lisan
  • Tekanan : bagian yang terpenting dari lafal, yang ditunjukan sebagai fariasi-dalam kalimat yang lebih penting. Kalimat berita adalah kalimat yang isinya mengungkapkan peristiwa atau kejadian. Intonasi kalimat berita bersifat netral. Isinya berupa pemberitahuan. Kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya. Ciri-ciri kalimat tanya yaitu menggunakan intonasi naik, menggunakan kata tanya, dapat menggunakan partikel tanya -kah. Fungsi partikel -kah untuk memperhalus pertanyaan. Kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya adalah apa, siapa, mengapa, mana, bagaimana, bilamana, kapan, dan berapa. Kalimat perintah adalah kalimat yang isinya menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Ciri-ciri kalimat perintah yaitu berisi perintah, menggunakan intonasi naik di akhir kalimat, nada tinggi dan tegas dan dapat mempergunakan partikel -lah.
  • Intonasi : yaitu lagu kalimat perlu juga di perhatikan dan dapat juga berupa lagu kalimat atau kecepatan penyajian tinggi rendahnya nada kalimat. Ketika membaca teks percakapan, kita menggunakan intonasi yang wajar dan tidak dibuat-buat serta disesuaikan dengan suasana dalam percakapan, misalnya suasana marah maka intonasinya tinggi.
  • Jeda : merupakan waktu berhenti atau hentian sebentar dalam ujaran,
Menyimpulkan isi Percakapan
Di dalam teks percakapan terdapat berbagai informasi. Jangan kamu lewatkan informasi itu tanpa dicatat. Salah satu informasi yang dapat kita ambil dari sebuah percakapan adalah isi dari percakapan itu sendiri. Untuk mengetahui isi percakapan dapat dicari kata-kata atau kalimat yang diucapkan  pelaku percakapan. Perhatikan contoh percakapan berikut ini.

Contoh 1 :
Agus: "Wah, Don. Aku mulai bingung dengan jalan ini."
Doni: "Sepertinya kita tersesat."
Agus: "Iya, lalu kita harus bagaimana?"
Doni: "Kita tanya saja pada orang sekitar sini."Isi percakapan di atas adalah Dodi dan Dimas yang tersesat di jalan. Dapat dilihat pada dialog yang diucapkan Dodi: "Sepertinya kita tersesat." 

Contoh 2 :
Ani   :"Kita harus segera menyelesaikan tugas ini."
Wito :"Benar. Ayokita segera menyelesaikannya. Meskipun tugas ini sulit, kita harus 
            berusaha."
Sukri:"Tapi tugas ini sangat sulit. Sudahlah kita minta bantuan orang lain saja."
Wito :"Jangan begitu. Kita harus tetap berusaha. Saya yakin kita bisa. Kita tidak perlu minta
            bantuan orang lain."
Ari    :"Betul. Kita harus semangat dan pantang berputus asa."
Isi dari percakapan di atas adalah : Kita harus semangat dan pantang berputus asa dalam mengerjakan sesuatu. Dapat dilihat pada kalimat yang diucapkan Ari : "Betul. Kita harus semangat dan pantang berputus asa."

Contoh 3 :
Dimas :"Kemarin kamu pergi ke rumah pamanmu, ya ?"
Leo      :"Benar."
Dimas :"Apakah kamu tahu mata pencaharian penduduk kampung tempat pamanmu  
               tinggal?"
Leo      :"Tentu saja aku tahu. Sebagian besar mata pencaharian mereka sebagai nelayan."
Dimas :"Memang kampung pamanmu di dekat pantai?"
Leo      :"Wah, dekat sekali ! Jarak dari rumah ke pantai sekitar 1 kilometer."
Isi percakapan di atas adalah :  Sebagian besar mata pencaharian penduduk pantai  sebagai nelayan. Dapat dilihat pada kalimat yang diucapkan Leo : "Tentu saja aku tahu. Sebagian besar mata pencaharian mereka sebagai nelayan."

Melengkapi Percakapan
Biasanya dalam soal penyajian percakapan disajikan dalam bentuk rumpang(belum lengkap). Untuk melengkapi percakapan dapat dilakukan dengan memperhatikan kalimat-kalimat sebelum dan sesudahnya. Kalimat-kalimat tersebut harus saling berhubungan. Perhatikan contoh berikut ini :
 
Contoh 1 :
Burhan : "Bapak saya pagi ini dirawat di rumah sakit. Kondisinya sangat gawat."
Indra    : "......"
Burhan : "Terima kasih. Ya, mudah-mudahan saja cepat sembuh."
Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan di atas adalah : "O, ya ? Semoga beliau cepat sembuh."

Contoh 2 :
Dewa : "Apa yang sedang kau perhatikan ?"
Agus  : " Lihat gambar pada papan, ada gambar seorang ibu, bapak, dan anak yang sedang 
                tersenyum dengan manis sekali !"
Dewa : "......"
Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan di atas adalah : "Sungguh mengesankan iklan itu !"

Contoh 3 :
Ari       : "Ke mana kamu kemarin, Ira?"
Ira       : "Kemarin aku pergi menengok kakek."
Ari       : "........"
Ira       : "Di desa."
Ari       : "Wah, senang dong, bisa bermain-main ke desa!"
Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan di atas adalah : "Di mana rumah kakekmu?"

Menentukan Topik Percakapan
Topik dalam percakapan biasanya berisi tentang persoalan-persoalan ringan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Topik percakapan merupakan tema yang dibicarakan dalam percakapan. Perhatikan percakapan berikut.
Contoh 1 :
Siska   : “Ke mana kamu kemarin, Mit?”
Mita    : “Aku pergi menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba.”
Siska   : “Di mana pertunjukkan itu?”
Mita    : “Di alun-alun.”
Siska   : “Wah, senang dong, bisa menyaksikan pertujukkan lumba-lumba.”
Percakapan antara Siska dan Mita membicarakan tentang kegiatan yang dilakukan Siska kemarin, yaitu menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba di alun-alun. Karena itu topik  dari percakapan tersebut adalah Mita menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba.  

Contoh 2 :
Pak Harun :"Untuk menghadapi ujian nasional Bapak akan membimbing kalian beljar."
Siswa          :"Bimbingan akan diadakan di mana Pak?"
Pak Harun :"Bimbingan akan diadakan di kelas ini setengah jam setelah pelajaran selesai."
Siswa          :"Ua, Pak."
Percakapan antara Pak Harun dan Siswanya membicarakan tentang kegiatan persiapan menghadapi ujian nasional. Karena itu topik  dari percakapan tersebut adalah Persiapan menghadapi ujian nasional.

Contoh 3 :
Ida   :"Sudah dengar kabar, Wati sakit ?"
Ani   :"Belum, sakit apa?
Ida   :"Katanya kena DB. Kita besuk, yuk !"
Ani   :"Baik, aku tunggu di rumahku."
Ida   :"Ya, aku segera ke rumahmu,"
 Percakapan antara Ida dan Ani membicarakan tentang rencana mereka untuk membesuk Wati di rumah sakit. Karena itu topik  dari percakapan tersebut rencana Ida dan Ani membesuk Wati di rumah sakit.

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Saturday, October 20, 2012

0 comments:

Terima kasih atas kunjungan anda. Media Belajar

Post a Comment