Menulis Dialog Sederhana


Bagikan :




Menulis Dialog Sederhana. Tentunya kita sering bercakap-cakap dengan teman, orang tua maupun orang-orang di sekitar kita. Dialog atau percakapan merupakan salah satu cara kita untuk memperoleh informasi, pengetahuan maupun bertukar pikiran. Dialog biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber atau tokoh tertentu. Kita tentu ingin menuliskan dialog yang telah kita lakukan.  Dalam menulis sebuah dialog ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Cara menulis dialog sederhana adalah sebagai berikut :

1. Berbentuk dialog(percakapan).
2. Nama tokoh ditulis.
3. Setelah nama tokoh menggunakan tanda baca titik dua ( : ).
4. Dialog ditulis dalam tanda kutip ( “....” )
5. Keterangan tentang latar yang berupa tempat, waktu dan suasana ditulis dalamkurung 
    ( ).

Perhatikan contoh dialog sederhana berikut ini :
Eko      : (Berjalan mendekati Riski di sebuah teras rumah) Ris, mana mainanku yang kau   
               pinjam kemarin ?
Dito      : Mainanmu dijatuhkan Riski.
Riski    : (Suaranya gemetar dan ketakutan) Maaf, Eko mainanmu rusak.
Eko      : Kenapa bisa rusak ?
Riski    : Maaf, Eko, aku tak sengaja menjatuhkanya.
Eko      : O, kenapa kamu tidak bilang ? Tidak apa-apa, kok. Aku memaafkanmu. 
               Tetapi lain kali dijaga baik-baik, ya !
Riski    : Terima kasih, eko. Aku berjanji akan menjaga mainanmu jika meminjam lagi.


Ada beberapa ketentuan yang bisa kita ikuti untuk bisa melakukan percakapan dengan baik. Salah satunya adalah membuat percakapan atau komunikasi yang kita lakukan itu efektif. Apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa berkomunikasi secara efektif? Perhatikan hal-hal berikut:
  • Rangkai kata-kata dengan baik. Gunakan tutur bahasa yang pantas dan berbasa-basilah seperlunya
  • Sesuaikan volume suara saat berbicara. Tidak perlu berteriak. Ini akan mengganggu telinga lawan bicara. Jangan juga terlalu pelan, lawan bicara tidak akan bisa menangkap apa yang kita bicarakan
  • Perhatikan nada suara, jangan monoton. Gunakan intonasi yang dinamis, naik dan turun.
  • Sesuaikan kecepatan dan gaya berbicara
  • Perhatikan siapa yang anda ajak bicara, dalam suasana apa dan materinya apa
  • Gunakan gerak tangan dan tubuh, ekspresi wajah yang tepat.  

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, September 27, 2012

0 comments:

Terima kasih atas kunjungan anda. Media Belajar

Post a Comment