Daftar Lagu Daerah di Indonesia


Bagikan :




Daftar Lagu Daerah di Indonesia. Indonesia kaya akan lagu-lagu daerah, dari 33 provinsi yang ada semuanya memiliki lagu daerah. Negara Indonesia yang terdiri dari beribu pulau serta dihuni berbagai suku bangsa yang masing-masing suku memiliki adat istiadat berbeda. Mereka ternyata memiliki alat-alat musik dan budaya yang beraneka ragam. Musik daerah adalah musik yang lahir dari budaya daerah yang lazim disebut musik tradisional Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname. Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku.

Karena lagu daerah mempunyai karakter turun termurun maka siapa penciptanya jarang diketahui disamping itu juga lagu-lagu daerah ini tidak tertulis. Karena tujuan awalnya lagu ini bukan semata-mata untuk komersial. Akan tetapi lagu ini dinyanyikan pada saat musin panen sebagai ungkapan rasa bahagia, bermain pada waktu senggang atau meninabobokkan anak.

Lagu daerah atau musik daerah ini biasanya muncul dan dinyanyikan atau dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing daerah, misal pada saat menina-bobok-kan anak, permainan anak-anak, hiburan rakyat, pesta rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya. Lagu kedaerahan biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi sebuah daerah. Terdapat lagu-lagu kedaerahan yang telah menjadi popular diseluruh negara hasil penyiaran oleh radio dan televisi.


Berikut adalah daftar nama-nama lagu daerah di Indonesia
ProvinsiLagu Daerah ProvinsiLagu Daerah
NAD
Bungong Jeumpa, Lembah Alas,  Piso Surit, Seulanga, Sepakat Segenap
NTB
Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
Sumut
Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
NTT
Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Desaku, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa, Orere, O Nina Noi,  Lereng Wutun, 
Sumbar
Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
Kalbar
Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon.
Riau
Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Langgam Melayu, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo. 
Kalteng
Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu.
Kepri
Pak Ngah Balek
Kalsel
Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
Jambi
Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
Kaltim
Indung-Indung.
Sumsel
Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai 
Sulut
Esa Mokan, Gadis Taruna,  Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang.
Babel
Yak Miak, Icak-icak Dek Tau
Sulbar
Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
Bengkulu
Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang.
Sulteng
Tondok Kadadingku, Tope Gugu
Lampung
Ad-adi Laun Lambar, Lipang Lipandang, Sang Bumi Ghuwa Jughai, Putra Saburai, Bumi Lampung, Adat Lampung, Lampung Sai Agung
Sultra
Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio
Jakarta
Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan, Keroncong Kemayoran, Ondel Ondel, Ronggeng, dan Sirih Kuning, Wak-wak Gung, Sayur Asem
G'talo
Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi , Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu
Banten
Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru.
Sulsel
Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong, Ammac Ciang, Anak Kukang, Ati Raja, Batti’batti, Ganrang
Jabar
Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang, Sintren
Maluku
Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya,  O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.
Jateng
Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jaranan, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, 
Malut
Yon Batane, Leng Kali Leng, Togal
DIY
Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah.
Papua
Apuse, Yamko Rambe Yamko, Sajojo
Jatim
Keraban Sape, Jamuran, Kidang Talun, Lindri, Tanduk Majeng. Cublak-Cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Padhang Wulan
P. Barat
Bali
Mejangeran, Ratu Anom, Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, dan Puteri Ayu

Ditulis oleh: Tugino
Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, September 02, 2012

0 comments:

Terima kasih atas kunjungan anda. Media Belajar

Post a Comment